
Pesta telah usai. Era “bakar uang” yang dulu terasa tak berujung, kini tinggal sejarah.
Bagi kita yang hidup di dalam ekosistem tech company, rentang waktu 2023 hingga awal 2026 ini terasa seperti musim dingin yang panjang. Sunyi, namun bergejolak.
Berita PHK (Layoff) bukan lagi headline yang menakutkan, tapi sudah menjadi sarapan pagi. Di balik pintu kantor, lembur dianggap dedikasi, sementara efisiensi dan profit menjadi satu-satunya mantra yang diucapkan para petinggi.
Saya menulis ini bukan sebagai pengamat. Saya adalah saksi hidup, sekaligus bagian dari korban keganasan “The Great Correction” ini. Saya merasakan sendiri bagaimana unicorn yang dulu dipuja sebagai masa depan, berubah menjadi mesin efisiensi yang dingin.
Sudah tak ada waktu untuk meratapi nasib. Pertanyaannya sekarang bukan lagi “kapan ini berakhir?“, tapi “apakah mental kita cukup kuat untuk bertahan?“
Dan apakah kita dan kalian (sebagai Engineer) masih kuat menghadapinya?
Maaf kalau intronya barusan agak dark dan dramatis ala-ala film Batman 😂. Tapi tenang, pencerahan untuk bertahan hidup di era gila ini justru tidak saya temukan dari buku motivasi manapun atau bahkan postingan bijak para CEO di LinkedIn.
Jawaban itu justru datang dari dasar laut. Dari sebuah restoran burger yang dikelola oleh kepiting pelit.
Ya, Bikini Bottom.
Setelah saya renungkan (sambil ngopi dan menunggu CI/CD), ekosistem Krusty Krab ternyata adalah representasi paling akurat dan brutal dari kondisi Tech company dimasa ini.
Di sana ada tiga tipe makhluk yang pasti kita temui di setiap tech company. Dan sadar atau tidak, nasib kita di tahun 2026 ini ditentukan oleh: Siapa karakter yang kita pilih untuk kita tiru.
Mari korek 3 tipe itu satu persatu.
1. SpongeBob SquarePants: Si Junior yang “I’m Ready for all kinds of…”
Dulu, kita semua mungkin adalah SpongeBob. Bangun pagi dengan teriakan “Aku siap! Aku siap!”. Datang paling awal, pulang paling akhir. Rela digaji murah asalkan bisa membalik Krabby Patty (baca: nge-push code) dengan sempurna dan performant.
Bagi SpongeBob, pekerjaan adalah identitas. Dia mencintai Krusty Krab lebih dari dia mencintai dirinya sendiri.
- Di Era Tech Boom (2019): SpongeBob adalah pahlawan. Dia dapat Employee of the Month.
- Di Era Tech Winter (2026): SpongeBob adalah korban eksploitasi.
Semangat apinya dimanfaatkan untuk menutupi kekurangan tim yang sudah di-layoff. Dia mengerjakan load kerja 3 orang sendirian. Yang paling tragis adalah kejadian Burnout, terkena mental. Meski dipecat pun dia masih berterima kasih.
Bagi saya, SpongeBob adalah cermin korban eksploitasi yang terjadi saat ini. Dia cinta company, tapi tak sadar terus dipecuti. 😂
2. Tuan Krabs: The “Profitability” King
Ini adalah representasi mutlak dari Investor, C-Level, atau Company di era sekarang. Dulu mungkin mereka peduli soal “Rasa” dan “Kualitas”. Tapi sekarang? Mata mereka hanya melihat satu hal: Positive Unit Economics.

“Money! Money! Money!”
Tuan Krabs tidak peduli apakah karyawannya bahagia. Jika dia bisa mengganti koki handal dengan mesin otomatis (baca: AI) yang lebih murah 5 perak, dia akan melakukannya tanpa berkedip.
Efisiensi adalah agama, dan profit adalah Tuhannya. Maka dari itu, janganlah baper sama Tuan Krabs, karena bagi dia, ini cuma bisnis.
3. Squidward: The Hero of Survival
Dulu waktu kecil, kita benci setengah mati sama Squidward. Mukanya masam, kerjanya males-malesan, kalau ada pelanggan datang malah mendesah kesal. Waktu itu, kita pikir dia adalah tokoh paling toxic di Bikini Bottom.
Tapi setelah dewasa dan dihajar badai tech winter, kita sadar: Squidward adalah satu-satunya orang yang waras.
Coba perhatikan Squidward:
- Apakah dia punya skill? Jelas punya (dia seorang kasir, bisa masak kalau kepepet, dan paham operasional).
- Apakah Squidward loyal? Lumayan (dia gak resign–resign walau gaji kecil). 😂
- Tapi bedanya: Dia bekerja secara transaksional (sesuai apa yang dibutuhkan perusahaan).
Squidward tahu Krusty Krab bukan keluarganya. Dia kerja, selesaikan tugas, lalu pulang teng-go untuk melakukan apa yang benar-benar dia cintai: Main Klarinet dan Melukis.
Squidward adalah gambaran Senior Engineer yang sudah paham realita. Dia tidak akan lembur konyol cuma buat cari muka. Dia kerja efisien, deliver fitur, lalu pulang untuk mengurus kehidupan nyatanya entah itu keluarga, hobi, atau bahkan membuat side project .
Nah, kesimpulannya adalah di tahun 2026 ini, berhentilah mencoba menjadi SpongeBob yang naif. Jangan berharap belas kasihan Tuan Krabs. Jadilah Squidward. Kerjakan tugasmu dengan baik, ambil gajimu, jaga kewarasanmu, lalu pulanglah dan mainkan “klarinet”-mu sendiri.
Karena saat badai PHK datang lagi, yang menyelamatkanmu bukan seberapa banyak burger yang kamu buat, tapi seberapa mahir kamu memainkan lagumu sendiri.
Salam semangat untuk para Engineer!
Tinggalkan Balasan