Memindah SSD dengan OS Ubuntu ke PC Baru

Setiap operating system pasti membutuhkan tempat penyimpanan file. Karena sistem operasi merupakan kumpulan beberapa sistem file yang tersimpan pada direktori tertentu sebagai tempat konfigurasi hingga abstraksi-abstraksi yang dipakai untuk mendukung berjalannya sistem operasi bersangkutan.

Sistem operasi yang terpasang pada komputer, akan menempatkan file-file konfigurasinya di dalam harddisk atau SSD atau mungkin MicroSD (seperti pada Raspberry atau Arduino CPU).

Sistem operasi Linux modern seperti Windows, Linux atau MacOS beroperasi dengan dukungan keseluruhan perangkat keras yang terpasang pada komputer atau notebook. Sehingga jika salah satu perangkat tersebut bermasalah, maka sistem operasi akan mengetahuinya.

Dalam kasus tertentu, seorang teknisi komputer terkadang memasang harddisk yang telah terinstall OS pada komputer sebelumnya ke sebuah komputer baru yang belum memiliki harddisk. Lantas pertanyaannya adalah, apakah komputer tersebut dapat menjalankan OS yang telah terpasang pada harddisk tersebut?

Jawabannya adalah “iya“, bahkan tanpa memerlukan konfigurasi. Namun dengan syarat bilamana OS yang terpasang tersebut sebelumnya diinstall pada komputer dengan spesifikasi yang identik. Misalnya Motherboard dengan merek sama, kartu grafis (VGA) atau SoundCard merek sama atau pula prosesor dengan seri yang sama.

Kemudian ada pertanyaan lagi, bagaimana bila komputer baru tersebut memiliki spesifikasi yang sangat berbeda dengan komputer lama? Pertanyaan inilah yang akan saya jawab bersama dengan tutorial sederhana pada tulisan ini.

Konsep

Secara definitif, distro Linux moderen keluaran terbaru seperti Ubuntu, Mint, Fedora, Redhat dan lainnya memiliki kemampuan untuk membaca hardware yang terpasang pada sebuah perangkat komputer yang terinstall distro tersebut. Kemampuan tersebut merupakan buah dari kecanggihan sebuah teknologi yang terpasang pada setiap distro linux. Teknologi tersebut bernama Kernel.

Semakin baru sebuah Kernel yang tertanam pada distro Linux, semakin banyak pula daftar perangkat yang didukung oleh distro tersebut. Selain sebagai dukungan, Kernel bahkan akan melakukan konfigurasi otomatis tanpa perlu konfigurasi apabila perangkat atau hardware tersebut telah terdukung oleh sistem pada Kernel bersangkutan.

Sistem operasi dengan GUI dan berbasis Linux dapat berjalan pada komputer dengan spesifikasi kartu grafis masa kini tanpa memerlukan instalasi driver utama kartu grafis tersebut. Namun yang perlu digaris bawahi, sistem hanya akan berjalan menggunakan sedikit kemampuan dari kartu grafis tersebut, jika user tidak melakukan instalasi driver tambahan untuk kartu VGA bersangkutan.

Deep Into the Case

Personal Computer (PC) lama yang saya gunakan sebelumnya berbasis Ubuntu 14.04. Terinstall ke sebuah SSD dengan prosesor AMD FX 6300 dan berbekal kartu grafis NVidia GTX 9500. Tentu saja, untuk memaksimal performa grafis saya pun menggunakan driver grafis dari NVidia.

AMD Ryzen (digiworthy.com)

AMD Ryzen (digiworthy.com)

Setelah memindahkan SSD tersebut ke PC yang baru dengan spesifikasi prosesor AMD Ryzen dengan bekal kartu grafis berbeda yaitu AMD Radeon. Berikut adalah detail permasalahannya:

  • PC melakukan booting dan GRUB masih tampil apa adanya tanpa masalah.
  • Setelah muncul login screen diselingi dengan audio ‘truntung‘ khas Ubuntu. (Saya mengira tidak ada masalah berarti)
  • Pada top bar Ubuntu, WIFI masih dapat terkoneksi dengan modem.
  • Ketika saya memasukkan password dan menekan ‘ENTER’, tampilan layar monitor berkedip mati untuk beberapa detik dan kembali ke halaman login screen. Dan seterusnya, a.k.a saya tidak bisa masuk ke GUI Ubuntu Desktop.

Begitulah setidaknya detail permasalahannya. Hingga mengharuskan saya menggunakan laptop cadangan untuk browsing permasalahan yang menghinggapi.

Mengatasi Display Driver Problem

(Purging NVidia Display Driver)

Dalam beberapa sumber menyebutkan, saya diharuskan untuk melakukan purge instalasi NVidia driver yang telah saya install pada PC sebelumnya. Kemudian diharuskan untuk melakukan instalasi AMD Catalyst Driver atau fglrx (display driver bawaan Ubuntu untuk keluarga AMD).

Berikut adalah langkah-langkah yang saya jalankan pada PC baru tersebut:

  • Ketika memasuki Login Screen, saya memencet CTRL + ALT + F1 untuk dapat masuk ke dalam console terminal login tanpa GUI Ubuntu. Pada step ini saya sukses masuk ke dalam sistem Ubuntu namun minus tampilan (GUI).
  • Setelah itu saya memastikan untuk mengecek versi NVidia Display Driver yang terpasang dengan command:
$ dpkg --get-selections | grep nvidia
  • Kemudian melakukan uninstall atau purge NVidia display driver dengan command:
$ sudo apt purge nvidia*

Sertakan symbol asterik (*) agar keseluruhan driver NVidia pada sistem terhapus.

  • Setelah sukses melakukan uninstall, saya melakukan reboot dengan command:
$ sudo reboot -h now

Problem Teratasi

(Installing AMD Catalyst)

Usai komputer berhasil reboot dengan command sudo reboot -h now, dan kemudian saya memasukkan password login pada tampilan login screen Ubuntu. Akhirnya saya dapat masuk ke dalam GUI Ubuntu tanpa ada masalah yang berarti.

Tugas selanjutnya adalah melakukan instalasi AMD Catalyst Display Driver yang saya comot langsung dari situs resminya di http://support.amd.com/en-us/download#. Untuk pembaca yang memiliki masalah sama, pastikan versi driver yang didownload sama. Dan pilih file dengan tipe .DEB untuk kemudahan instalasi.

Permasalahan Audio (Tambahan)

Sebenarnya permasalah pemindahan Disk ke PC baru ‘kemungkinan besar‘ tidak hanya berkisar pada VGA Driver. Bisa saja Audio Driver pun bermasalah. Masalah ini pun sempat menghinggapi saya seusai akan menjajal file audio maupun membuka Spotify atau Banshee Audio Player pada Ubuntu untuk sekedar nyetel Jaran Goyang 😀

Dalam kasus ini, PulseAudio lah yang berperan besar terhadap permasalahan ini. PulseAudio adalah sebuah sistem proxy pada Linux Ubuntu yang berfungsi mengoperasikan keluaran sound pada hardware yang terpasang. Sekaligus mendeteksi otomatis perangkat keras Audio yang berada pada motherboard.

PulseAudio memiliki semacam Daemon untuk melakukan pendeteksian otomatis, bilamana Sound Driver pada PC sebelumnya dan PC baru memiliki perbedaan, maka pembaca cukup melakukan penghapusan file .pulse pada Home Directory Ubuntu.

Command yang digunakan adalah rm -r ~/.pulse. Silahkan kunjungi link berikut untuk detail permasalahan dan cara mengatasinya.

 
Muhammad K Huda

Muhammad K Huda

A non exhausted blogger person within fullstack engineer (spicy food), open source religion, self-taught driver and maybe you know or don't like it. Simply says, Hello from Me!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chaptcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.